Wednesday, April 7, 2010

LOWER THEN ANGEL

Dalam bukunya, JACOB BRONOWSKY yang berjudul Ascent of Man mengatakan bahwa manusia lebih rendah dari malaikat yang tertera pada bab 1. Bab pertama ini menjelaskan tentang evolusi manusia pada tahun 400.000 SM. Mengapa?? Di karenakan beberapa sifat manusia itu sendiri yang tidak seperti malaikat.Malaikat Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya,sedangkan manusia bertolak belakang dari sifat tersebut. Contoh sifat manusia bertolak belakang yang di ambil dari buku The Ascent of Man, ketika Bronowski melihat sebuah kamp bekas yang mana di sana banyak sanak dilakukan sampai mati. Di situ lah gerakan yang paling menyentuh dalam "The Ascent of Man(Pendakian Manusia)”. Akan tetapi pengaitan bahwa manusia itu lebih rendah dari malaikat dengan membandingkan sifat malaikat dengan manusia tidak lah cukup untuk mencari arti dari judul paper/tulisan ini.

”Man, despite his comparatively weak physical attributes has been able to shape the world with his unique set of gifts.Bronowski believes that it was not so much biological evolution, but cultural evolution that has made man what he is today.”Menelusuri evolusi dari manusia pemburu mereka berkumpul untuk fase yang sekarang, perubahan dalam diet dari tanaman bahan berbasis hewan manusia memberikan lebih banyak waktu bebas untuk menghabiskan membangun kemampuan untuk mendapatkan makanan dari sumber yang tidak dapat ditangani oleh kasar kekuatan.

Manusia lebih rendah dari malaikat dalam tulisan di atas di lihat dari sudut pandang cerita “The Ascent of Man” yang menampilkan sifat-sifat manusia bertolak belakang dengan malaikat. Tapi dalam Al-Qur’an tertulis bahwa manusia telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun.

Dan tuhan menciptakan kita sebagai manusia(mahkluk yang paling sempurna) dan diciptakan derajat nya yang paling tinggi. Contoh, suatu waktu Allah menunjuk suatu benda dan bertanya kepada malaikat.”benda apa itu?” ,,dan lalu malaikat tidak bisa menjawabnya,dan kemudian Nabi Adam lah yang dapat menjawabnya diKarenakan ia diberi akal pikiran yang tidak diberikan kepada malaikat. Lalu, Malaikat langsung meminta maaf kepada Allah atas kekhilafan mereka dan langsung bersujud kepada Adam. Nah dari contoh di atas,manusia diciptakan derajatnya lebih tinggi dari pada malaikat, manusia dan malaikat diciptakan dari sesuatu yang berbeda pula, Malaikat di ciptakan dari cahanya yang sangat lembut, sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Adapun perbedaan bekal dari keduanya saat keduanya diciptakan, Manusia diciptakan dari tanah dan dibekali akal, pikiran dan nafsu. Sedangkan Malaikat diciptakan dari cahaya dan ditentukan kodratnya untuk patuh kepada Tuhan. Jadi secara garis besar manusia bisa diciptakan lebih tinggi derajatnya dari pada Malaikat karena manusia diciptakan dengan dibekali akal, pikiran dan nafsu.

Siifat Malas

Manusia mempunyai sifat yang membuat mereka lebih rendah dari malaikat, dan sifat inilah yang menyebabkan manusia melakukukan banyak kemajuan teknologi. Sifat ini adalah MALAS.

Sifat malas tersebut, membuat setiap orang ingin melakukan hal yang serba instan, serba cepat, tidak mengeluarkan tenaga. Maka dari itu sifat malas tersebut yang menyebabkan kemajuan teknologi. Sebagai contoh pada alat pemasak nasi.

Zaman dulu orang memasak nasi menggunakan kayu bakar, kayu bakar tersebut dicari di dalam hutan. Karena sifat malas timbul di benak manusia. maka ingin menemukan sesuatu yang lebih mudah dan tidak perlu pergi ke hutan, maka manusia menciptakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah. Lama kelamaan dengan minyak tanah, manusia masih tetap malas karena masih harus mengganti sumbu kompor yang lama-kelamaan akan habis terbakar dan menambah miyak yang lama kelamaan akan habis, sifat malas itu timbul kembali. Kemudian manusia ingin menciptakan sesuatu lagi yang tidak untuk mengganti sumbu dan menambah minyak. Maka manusia menciptakan kompor gas, dengan kompor gas kalau gas habis maka ia harus membeli gas. Lama kelamaan timbul rasa malas. Maka manusia menciptakan hal baru yang tidak usah repot-repot mengganti gas. Maka manusia membuat alat pemasak nasi dengan berdaya listrik.

Rasa malas itu biasa dikaitkan dengan rasa LAPAR. Mengapa??? Disebabkan karena lapar manusia tidak ingin melakukan sesuatu. Yang dikerjakan haya bermalas-malasan. Dan bila rasa lapar tersebut teratasi atau yang disebut kenyang, rasa malas tersebut datang kembali karena kenyang yang ingin dikerjakan hanya besantai atau tidur. Maka masalah Lapar merupakan salah satu faktor yang menyebabkan ras malas muncul baik lapar itu teratasi ataupun belum.

No comments:

Post a Comment