Sunday, April 1, 2012

Definisi Bahasa Menurut 5 Ahli dan Contoh Kata Baku

Definisi Bahasa Menurut Para Ahli

1.    Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

2.    Owen dalam Setiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan.
Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.

3.    Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.


4.    Mackey (1986:12) mengungkapkan Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.

5.    Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.


A.
1.    aba•di a kekal; tidak berkesudahan: di dunia ini tidak ada yg --;
2.    ab•jad n 1 kumpulan huruf (aksara) berdasarkan urutan yg lazim dl bahasa tertentu
3.    ab•nor•mal a tidak sesuai dng keadaan yg biasa; mempunyai kelainan; tidak normal: sejak kecelakaan itu dia menjadi --;
4.    abor•si n pengguguran kandungan;
5.    ab•sen /absén/ v tidak masuk (sekolah, kerja, dsb); tidak hadir;
6.    ab•strak [1] a tidak berwujud; tidak berbentuk; mujarad; niskala: kebaikan dan kebenaran adalah pengertian yg --;
7.    ab•surd a tidak masuk akal; mustahil
8.    adab n kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak: ayahnya terkenal sbg orang yg tinggi -- nya;
9.    ana•li•sis n 1 penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb);
10.    aka•de•mi /akadémi/ n 1 lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional: -- militer; -- seni rupa.
B.
1.    ba•dai [1] n angin kencang yg menyertai cuaca buruk (yg datang dng tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64—72 knot; topan: kampung nelayan itu hancur diserang --;
2.    ba•ha•gia 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --;
3.    bi•a•ya n uang yg dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dsb) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran: --
4.    bi•dang 1 n permukaan (yg) rata dan tentu batasnya:
5.    bu•ah n 1 bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji):
6.    bu•as a 1 galak; liar; ganas: binatang itu --;
7.    be•a•sis•wa /béasiswa/ n tunjangan yg diberikan kpd pelajar atau mahasiswa sbg bantuan biaya belajar
8.    be•ku a 1 padat atau keras (tt benda cair): panaskanlah agar minyak kelapa yg -- itu mencair; air menjadi -- pd suhu 0oC;
9.    bo•bot n 1 berat suatu benda:
10.    bo•hong a 1 tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dusta:
C.
1.    ca•bik a koyak (robek, sobek) panjang;
2.    ca•cat n 1 kekurangan yg menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna (yg terdapat pd badan, benda, batin, atau akhlak):
3.    cin•ta a 1 suka sekali; sayang benar:
4.    cit•ra kl n 1 rupa; gambar; gambaran;
5.    cu•a•ca n keadaan udara (tt temperatur, cahaya matahari kelembapan, kecepatan angin, dsb) pd satu tempat tertentu dng jangka waktu
6.    cu•ek /cuék/ a cak masa bodoh; tidak acuh
7.    ce•kat, ce•kat•an a 1 cepat mengerti; pintar; cerdik:
8.    ce•kung a 1 berlekuk (tt mata, pipi) krn kurus, ompong dsb:
9.    co•ba 1 v silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan)
10.    co•rak n 1 bunga atau gambar (ada yg berwarna-warna) pd kain (tenunan, anyaman, dsb):
D.
1.    da•da n 1 bagian tubuh sebelah depan di antara perut dan leher:
2.    daf•tar n catatan sejumlah nama atau hal (tt kata-kata, nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet dr atas ke bawah;
3.    di•a•frag•ma n 1 sekat antara rongga dada dan rongga perut (pd tubuh)
4.    di•ag•no•sis n 1 penentuan jenis penyakit dng cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya;
5.    du•a•lis•me n 1 Fis paham bahwa dl kehidupan ini ada dua prinsip yg saling bertentangan (spt ada kebaikan ada pula kejahatan, ada terang ada gelap);
6.    du•el /duél/ n perkelahian antara dua orang untuk menyelesaikan persoalan (dng pedang atau pistol, di tempat dan pd waktu yg telah ditetapkan); perang tanding;
7.    de•bat /débat/ n pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing:
8.    de•di•ka•si /dédikasi/ n pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian:
9.    doa n permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan;
10.    dok•trin n 1 ajaran (tt asas suatu aliran politik, keagamaan;
E.
1.    edi•si /édisi/ n 1 bentuk buku yg diterbitkan:
2.    edi•tor /éditor/ n orang yg mengedit naskah tulisan atau karangan yg akan diterbitkan dl majalah, surat kabar, dsb; penyunting;
3.    efek•tif /éféktif/ a dapat membawa hasil; berhasil guna (tt usaha, tindakan); mangkus;
4.    efi•si•en /éfisién/ a 1 tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dng tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya)
5.    ego•is /égois/ n 1 Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri;
6.    ego•sen•tris•me /égoséntrisme/ n sifat dan kelakuan yg selalu menjadikan diri sendiri sbg pusat segala hal
7.    epi•log /épilog/ n Sas 1 bagian penutup pd karya sastra, yg fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pd akhir cerita;
8.    em•bar•go /émbargo/ n 1 penyitaan sementara thd kapal-kapal asing, msl pd waktu perang, dng maksud agar kapal-kapal itu tidak meninggalkan pelabuhan;
9.    em•bar•ka•si /émbarkasi/ n pemberangkatan dng pesawat terbang atau kapal laut; keberangkatan:
10.    emo•si /émosi/ n 1 luapan perasaan yg berkembang dan surut dl waktu singkat;
F.
1.    fa•jar n cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur pd menjelang matahari terbit;
2.    fak•ta n hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg benar-benar ada atau terjadi
3.    fe•de•ral /féderal/ a berpemerintahan sipil yg beberapa negara bagian membentuk kesatuan dan setiap negara bagian memiliki kebebasan dl mengurus persoalan di dl negerinya
4.    fe•mi•nin /féminin/ a 1 mengenai (spt, menyerupai) wanita; 2 bersifat kewanitaan;
5.    fik•tif a bersifat fiksi; hanya terdapat dl khayalan:
6.    fi•nal n 1 tahap (babak) terakhir dr rangkaian pemeriksaan (pekerjaan, pertandingan);
7.    fun•da•men•tal /fundaméntal/ a bersifat dasar (pokok); mendasar:
8.    fu•tur•is•me n 1 aliran dl seni, musik, atau sastra (yg dimulai di Italia kira-kira pd tahun 1909) yg ditandai, terutama, oleh usaha memberikan pernyataan formal kpd kekuatan dinamis dan gerak proses mekanis;
9.    fo•ren•sik /forénsik/ n 1 cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng penerapan fakta-fakta medis pd masalah-masalah hukum;
10.    for•mal a 1 sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku:
G.
1.    ga•bah [1] n butir padi yg sudah lepas dr tangkainya dan masih berkulit; antah: merpati itu diberi pakan jagung dicampur –
2.    ga•dai 1 v meminjam uang dl batas waktu tertentu dng menyerahkan barang sbg tanggungan, jika telah sampai pd waktunya tidak ditebus, barang itu menjadi hak yg memberi pinjaman;
3.    gin•jal n (sepasang) organ tubuh (berbentuk spt biji kacang merah, terletak di dekat tulang belakang), berfungsi mengeluarkan atau memisahkan produk buangan metabolisme dr darah; buah pinggang
4.    gi•las v, meng•gi•las v 1 menindih sambil menggelinding; melindas: kereta api ini kemarin ~ anak kecil di tempat penyeberangan rel itu;
5.    gu•dang n rumah atau bangsal tempat menyimpan barang- barang;
6.    gum•pal n bongkah (tanah, tanah liat, dsb); kepal atau bagian yg keras; kental (tt darah, adonan, dsb); sesuatu yg berkepal- kepal; kelompok awan (asap dsb);
7.    ge•ga•bah Jw a terlampau berani sehingga mengakibatkan kurang hati-hati (tt sikap, tindakan, perbuatan)
8.    ge•ja•la n 1 perihal (keadaan, peristiwa, dsb) yg tidak biasa dan patut diperhatikan (ada kalanya menandakan akan terjadi sesuatu): ahli bahasa sebaiknya mencatat segala -- bahasa yg terdapat dl perkembangan bahasa Indonesia sekarang;
9.    go•ni•o•me•tri /goniométri/ n teori atau ilmu ukur sudut
10.    go•sip n obrolan tt orang-orang lain; cerita negatif tt seseorang; pergunjingan:
H.
1.    ha•bi•tat n 1 tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat;
2.    ha•fal v 1 telah masuk dl ingatan (tt pelajaran): saya sudah mempelajari dan juga -- isinya; 2 dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain):
3.    hi•bah n pemberian (dng sukarela) dng mengalihkan hak atas sesuatu kpd orang lain:
4.    hi•dup v 1 masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb):
5.    hu•jat n 1 caci; cela; 2 fitnah;
6.    hu•kum n 1 peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah;
7.    he•bat /hébat/ a terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb):
8.    he•do•nis•me /hédonisme/ n pandangan yg menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sbg tujuan utama dl hidup
9.    ho•mo•graf n Ling kata yg sama ejaannya dng kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya (spt teras 'inti kayu' dan teras /téras/ 'bagian rumah');
10.    ho•ror n sesuatu yg menimbulkan perasaan ngeri atau takut yg amat sangat: film yg penuh dng adegan –
I.
1.    iba•dah n perbuatan untuk menyatakan bakti kpd Allah, yg didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; ibadat;
2.    iba a berbelas kasihan; terharu dan kasihan: sangat -- hatiku melihat anak itu;
3.    ide•al /idéal/ a sangat sesuai dng yg dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki:
4.    ide•al•is•me /idéalisme/ n 1 aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami
5.    iden•ti•fi•ka•si /idéntifikasi/ n 1 tanda kenal diri; bukti diri; 2 penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dsb;
6.    ima•ji•na•si n 1 daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang;
7.    im•plan•ta•si n 1 Bio pelekatan embrio pd dinding rahim; nidasi; 2 Bot penyelipan enten pd inangnya
8.    im•pli•ka•si n 1 keterlibatan atau keadaan terlibat:
9.    ikh•ti•sar n pemandangan secara ringkas (yg penting-penting saja): ringkasan:
10.    ikut v 1 menyertai orang bepergian (berjalan, bekerja, dsb); turut;
J.
1.    ja•ga v 2 berkawal atau bertugas menjaga keselamatan dan keamanan; piket;
2.    jad•wal n pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja; daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan dng pembagian waktu pelaksanaan yg terperinci:
3.    ja•jak v, men•ja•jaki v menduga; menelaah; mengajuk:
4.    ji•wa n 1 roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa;
5.    ji•tu a tepat benar; kena benar:
6.    ju•jur [1] a 1 lurus hati; tidak berbohong (msl dng berkata apa adanya); 2 tidak curang (msl dl permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg -- dan disegani;
7.    jur•na•lis n orang yg pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dl surat kabar dsb; wartawan
8.    je•bak n 1 sangkar untuk memikat (menangkap) binatang; perangkap: merak itu kena --; 2 alat (rayuan dsb) yg digunakan untuk memikat atau melemahkan musuh dsb;
9.    je•da n 1 waktu berhenti (mengaso) sebentar; waktu beristirahat di antara dua kegiatan atau dua babak (spt dl olahraga dsb);
10.    jo•doh 1 n orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --;
K.
1.    ka•bar n laporan tt peristiwa yg biasanya belum lama terjadi; berita; warta: dia mendapat -- bahwa saudaranya naik haji;-- dibawa pikat dan langau, ki kabar yg belum tentu kebenaran dan sumbernya; indah -- dr rupa, pb berita yg tersebar biasanya lebih hebat dp kenyataan yg sebenarnya;
2.    ka•cau 1 a campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh: kelompokkan surat-surat itu berdasarkan tanggal dan nomornya, jangan sampai --;
3.    ki•mia n ilmu tt susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat;
4.    ki•ne•ma•ti•ka /kinématika/ n 1 gerakan geometri suatu titik atau benda padat, diartikan menurut suatu sistem koordinasi ruang;
5.    ku•ar•tet /kuartét/ n 1 kelompok, kumpulan, dsb yg terdiri atas empat;
6.    ku•an•tum n 1 banyaknya (jumlah) sesuatu; 2 bagian dr energi yg tidak dapat dibagi lagi
7.    ke•jam [1] a 1 tidak menaruh belas kasihan; bengis; zalim:
8.    ke•kal a tetap (tidak berubah, tidak bergeser, dsb) selama-lamanya; abadi; lestari: kematian adalah sekadar penutup babak kefanaan bagi suatu babak baru hidup --;tidak -- bunga karang, pb hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dsb) yg tidak berlangsung lama;
9.    ko•de n 1 tanda (kata-kata, tulisan) yg disepakati untuk maksud tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dsb);
10.    kog•ni•tif a 1 berhubungan dng atau melibatkan kognisi;
L.
1.    la•bil a 1 goyah; tidak mantap; tidak kokoh (tt bangunan, pendirian, dsb);
2.    la•kon n Sas 1 peristiwa atau karangan yg disampaikan kembali dng tindak tanduk melalui benda perantara hidup (manusia) atau suatu (boneka, wayang) sbg pemain:
3.    li•be•ral•is•me n 1 aliran ketatanegaraan dan ekonomi yg menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur);
4.    ling•lung a lupa segala-galanya (krn bingung atau terlalu asyik memikirkan sesuatu): orang tua yg -- itu mencari kacamata yg sedang dipakainya;
5.    lu•cu a menggelikan hati; menimbulkan tertawa; jenaka:
6.    lu•gas a 1 mengenai yg pokok-pokok (yg perlu-perlu) saja:
7.    lu•gu [1] Jw a tidak banyak tingkah; bersahaja; sewajarnya; apa adanya:
8.    le•dak, me•le•dak v 1 pecah dan mengeluarkan bunyi sangat keras;
9.    le•ga a 1 lapang; luas; tidak sempit:
10.    le•gi•ti•ma•si /légitimasi/ n 1 Huk keterangan yg mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang keterangan adalah betul-betul orang yg dimaksud; kesahan;
M.
1.    ma•af n 1 pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun:
2.    ma•gis a bersifat magi; berkaitan dng hal atau perbuatan magi:
3.    mig•ra•si n 1 perpindahan penduduk dr satu tempat (negara dsb) ke tempat (negara dsb) lain untuk menetap;
4.    mik•ro•a•na•li•sis n Kim analisis bahan dl skala kecil, biasanya menggunakan peranti yg khusus, kecil, dan sangat sensitive
5.    muk•ji•zat n kejadian (peristiwa) ajaib yg sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia:
6.    mu•lia a 1 tinggi (tt kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat: yg - para duta besar negara sahabat;
7.    me•dan /médan/ n 1 tanah lapang; tempat yg luas (untuk berpacu kuda dsb); alun-alun; 2 ki lingkungan; ruang lingkup:
8.    me•dia /média/ n 1 alat; 2 alat (sarana) komunikasi spt koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk;
9.    me•gah a 1 tampak mengagumkan (krn besarnya, indahnya, dsb); gagah kuat; mulia, masyhur:
10.    me•lan•ko•lis /mélankolis/ a dl keadaan pembawaan lamban, pendiam, murung, sayu; sedih; muram:
N.
1.    na•ba•ti a mengenai (berasal dr) tumbuh-tumbuhan:
2.    naf•su n 1 keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yg kuat:
3.    na•kal a 1 suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak):
4.    na•lar [2] n 1 pertimbangan tt baik buruk dsb; akal budi: setiap keputusan harus didasarkan -- yg sehat;
5.    na•ra•sum•ber n orang yg memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi; informan:
6.    na•ra•tif a 1 bersifat narasi; bersifat menguraikan (menjelaskan dsb): karangan yg --; bahasa mereka ini bersifat --;
7.    nar•ko•tik n obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (spt opium, ganja)
8.    na•si•o•na•lis n 1 pencinta nusa dan bangsa sendiri; 2 orang yg memperjuangkan kepentingan bangsanya; patriot:
9.    na•tu•ral a 1 bersifat alam; alamiah; 2 bebas dr pengaruh; bukan buatan; asli;
10.    na•vi•ga•si n 1 ilmu tt cara menjalankan kapal laut atau kapal terbang;
O.
1.    obat n 1 Far bahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dr penyakit:
2.    ob•jek /objék/ n 1 hal, perkara, atau orang yg menjadi pokok pembicaraan; 2 Kim benda, hal, dsb yg dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dsb:
3.    ob•jek•tif [1] /objéktif/ a mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi
4.    ob•se•si /obsési/ n Psi gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan:
5.    ope•ra n Sen bentuk drama panggung yg seluruhnya atau sebagian dinyanyikan dng iringan orkes atau musik instrumental;
6.    opi•ni n pendapat; pikiran; pendirian;
7.    ope•ra•tor n orang yg bertugas menjaga, melayani, dan menjalankan suatu peralatan, mesin, telepon, radio, dsb
8.    op•si•o•nal a bersifat pilihan; bukan keharusan
9.    op•ti•mis n orang yg selalu berpengharapan (berpandangan) baik dl menghadapi segala hal
10.    ok•num n 1 penyebut diri Tuhan dl agama Katolik; pribadi:
P.
1.    pab•ri•ka•si n pembuatan barang dng standar tertentu secara besar-besaran (dl pabrik)
2.    pa•gu•yub•an n perkumpulan yg bersifat kekeluargaan, didirikan orang-orang yg sepaham (sedarah) untuk membina persatuan (kerukunan) di antara para anggotanya
3.    pi•da•to n 1 pengungkapan pikiran dl bentuk kata-kata yg ditujukan kpd orang banyak;
4.    pi•o•nir n cak penganjur; pelopor; perintis jalan; pembuka jalan:
5.    pub•li•ka•si n 1 pengumuman; 2 penerbitan:
6.    pu•i•si n 1 ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;
7.    pe•le•sir, ber•pe•le•sir v 1 bersenang-senang; mencari kesenangan (kesukaan dsb):
8.    pe•ma•tang n 1 jalan kecil yg agak ditinggikan (di sawah, di tempat yg berpaya-paya, dsb);
9.    po•le•mik n perdebatan mengenai suatu masalah yg dikemukakan secara terbuka dl media massa;
10.    po•li•tik n 1 (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (spt tt sistem pemerintahan, dasar pemerintahan):
Q.
1.    qa•ri•ah n 1 pembaca Alquran (perempuan); 2 orang (perempuan) yg mahir dl seni baca Alquran
2.    qi•a•mu•la•il n Isl salat di tengah malam secara teratur (spt salat tahajud, tarawih, witir)
3.    qa•ri n 1 pembaca Alquran (laki-laki); 2 orang (laki-laki) yg mahir dl seni baca Alquran
4.    qa•sar n Isl pemendekan rakaat salat wajib dr empat rakaat menjadi dua rakaat sbg keringanan (rukhsah) bagi orang musafir;
5.    qi•ra•ah n Isl 1 hal-hal yg berhubungan dng cara pembacaan Alquran; pembacaan ayat-ayat Alquran; 2 Ar bacaan
6.    qudsi lihat hadis
R.
1.    ra•di•a•si n 1 Fis pemancaran dan kerambatan gelombang yg membawa tenaga melalui ruang atau zantara, msl pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik, gelombang bunyi, gelombang lenting, penyinaran;
2.    ra•di•kal [1] a 1 secara mendasar (sampai kpd hal yg prinsip): perubahan yg --; 2 Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); 3 maju dl berpikir atau bertindak;
3.    ra•lat n 1 pembetulan atau perbaikan atas salah cetak (pd surat kabar, majalah, buku, dsb) atau atas salah ucap dsb;
4.    ri•leks /riléks/ v cak 1 bersenang-senang:
5.    rim•ba n hutan lebat (yg luas dng pohon yg besar-besar):
6.    rim•bun a 1 berdaun dan bercabang banyak:
7.    ro•boh v 1 runtuh (tt bangunan yg besar, spt rumah, tembok):
8.    ro•man•tis a bersifat spt dl cerita roman (percintaan); bersifat mesra; mengasyikkan;
9.    ro•ta•si n 1 perputaran; 2 Tan cara menanam berbagai jenis tanaman pd bidang tanah yg sama secara bergilir dl jangka waktu satu tahun atau lebih;
10.    re•ak•si /réaksi/ n 1 kegiatan (aksi, protes) yg timbul akibat suatu gejala atau suatu peristiwa:
S.
1.    sa•bang n Lay layar kecil yg dipasang di perahu kecil
2.    sab•da n kata; perkataan (bagi Tuhan, nabi, raja, dsb):
3.    sa•bo•ta•se n 1 perusakan milik pemerintah dsb (oleh pemberontak);
4.    se•de•kah n 1 pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma;
5.    se•der•ha•na a 1 bersahaja; tidak berlebih-lebihan:
6.    se•ge•ra adv lekas; lekas-lekas; buru-buru; tergesa-gesa; cepat (tt peralihan waktu):
7.    sig•ni•fi•kan a penting; berarti: seorang -- yg dijadikan anutan; perbedaannya kecil sekali, tidak –
8.    si•la•bus n 1 Dik kerangka unsur kursus pendidikan, disajikan dl aturan yg logis, atau dl tingkat kesulitan yg makin meningkat;
9.    sa•dap v, me•nya•dap v 1 mengambil air (getah) dr pohon dng menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar:
10.    sa•dis 1 a tidak mengenal belas kasihan; kejam; buas; ganas; kasar: dng -- mereka menghukum tawanannya;
T.
1.    ta•at a 1 senantiasa tunduk (kpd Tuhan, pemerintah, dsb); patuh:
2.    ta•bel /tabél/ n daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yg tersusun secara bersistem, urut ke bawah dl lajur dan deret tertentu dng garis pembatas sehingga dapat dng mudah disimak;
3.    ta•bi•at n 1 perangai; watak; budi pekerti; 2 perbuatan yg selalu dilakukan; kelakuan; tingkah laku;
4.    ta•bir n tirai penyekat (pendinding) atau penutup dinding
5.    tim•ba n perkakas (alat) untuk menyauk (mengambil) air (dr dl sumur, kapal, dsb)
6.    tim•bun n tumpukan sesuatu; longgok (yg besar dan tinggi):
7.    tin•dak lan•jut v langkah selanjutnya (tt penyelesaian perkara, perbuatan, dsb):
8.    tu•an n 1 orang tempat mengabdi, sbg lawan kata hamba, abdi, budak:
9.    tu•as n alat untuk mengangkat (mengungkit) sesuatu yg berat, dibuat dr kayu (bambu) panjang yg diberati salah satu ujungnya; tuil; pengungkit;
10.    to•ga n baju panjang (jubah) hitam, lengannya lebar sbg pakaian jabatan bagi guru besar, hakim, sarjana, dsb yg dipakainya pd saat tertentu
U.
1.    umat n 1 para penganut (pemeluk, pengikut) suatu agama; penganut nabi; 2 makhluk manusia;
2.    umur n 1 lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan); usia:
3.    ula•ma n orang yg ahli dl hal atau dl pengetahuan agama Islam: ia seorang -- besar pd zaman kebangkitan Islam
4.    ul•ti•ma•tum n peringatan atau tuntutan yg terakhir dng diberi batas waktu untuk menjawabnya; peringatan dng ancaman:
5.    upa•ca•ra n 1 tanda-tanda kebesaran (spt payung kerajaan):
6.    upah n 1 uang dsb yg dibayarkan sbg pembalas jasa atau sbg pembayar tenaga yg sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu; gaji; imbalan
7.    upa•ya n usaha; ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dsb); daya upaya
8.    uta•ma a 1 terbaik; nomor satu; amat baik; lebih baik dr yg lain-lain; 2 terpenting; pokok:
9.    utuh a (dl keadaan) sempurna sebagaimana adanya atau sebagaimana semula (tidak berubah, tidak rusak, tidak berkurang, dsb):
10.    ur•ba•ni•sa•si n 1 perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dr desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan):
V.
1.    vak•si•na•si n Dok penanaman bibit penyakit (msl cacar) yg sudah dilemahkan ke dl tubuh manusia atau binatang (dng cara menggoreskan atau menusukkan jarum) agar orang atau binatang itu menjadi kebal thd penyakit tsb
2.    va•li•di•tas n sifat benar menurut bahan bukti yg ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan:
3.    van•dal n 1 perusak hasil karya seni dan barang berharga lainnya (lukisan, patung, dsb); 2 orang yg suka merusak dan menghancurkan secara kasar dan ganas
4.    va•ri•a•bel 1 a dapat berubah-ubah, berbeda-beda, bermacam-macam (tt mutu, harga, dsb);
5.    va•ri•an n 1 bentuk yg berbeda atau menyimpang dr yg asli atau dr yg baku dsb;
6.    va•ri•e•tas /variétas/ n 1 Tan kelompok tanaman (spt perdu) dl jenis atau spesies tertentu yg dapat dibedakan dr kelompok lain berdasarkan suatu sifat atau sifat tertentu
7.    ver•bal /vérbal/ a 1 secara lisan (bukan tertulis): bahasa asing itu dirasakan dapat membantu pengungkapan manusia secara -- dng lebih teliti; 2 bersifat khayalan: jangan memberi pelajaran yg bersifat --; 3 Ling bersifat verba
8.    ve•ri•fi•ka•si /vérifikasi/ n pemeriksaan tt kebenaran laporan, pernyataan, perhitungan uang, dsb:
9.    ver•ti•kal /vértikal/ a tegak lurus dr bawah ke atas atau kebalikannya, membentuk garis tegak lurus (bersudut 90o) dng permukaan bumi, garis horizontal, atau bidang datar:
10.    vi•rus n 1 mikroorganisme yg tidak dapat dilihat dng menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dng menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, spt cacar, influenza, dan rabies;
W.
1.    wa•bah n penyakit menular yg berjangkit dng cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yg luas (spt wabah cacar, disentri, kolera); epidemi;
2.    wa•ca•na n 1 komunikasi verbal; percakapan; 2 Ling keseluruhan tutur yg merupakan suatu kesatuan;
3.    wa•ha•na [1] n 1 kendaraan; alat pengangkut; 2 alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan:
4.    wa•jar a 1 biasa sebagaimana adanya tanpa tambahan apa pun; 2 menurut keadaan yg ada; sebagaimana mestinya
5.    wa•jib v 1 harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan):
6.    wi•ba•wa n 1 pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yg mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik
7.    wi•la•yah n daerah (kekuasaan, pemerintahan, pengawasan, dsb); lingkungan daerah (provinsi, kabupaten, kecamatan);
8.    win•du n jangka waktu yg lamanya delapan tahun; daur kecil:
9.    wi•ra•ni•a•ga n orang yg yg melakukan penjualan barang secara langsung kpd konsumen (pembeli); pedagang
10.    wi•ra•swas•ta n orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;
X.
1.    xi•lo•fon /silofon/ n alat musik pukul yg terdiri atas bilahan kayu yg panjangnya bertahap, menghasilkan bunyi yg berbeda jika dipukul dng alat pukul kecil dr kayu
2.    xi•lo•gra•fi /silografi/ n seni grafika dl pembuatan cukilan atau ukiran kayu
3.    xi•lo•i•di•na /siloidina/ n bahan peledak terbuat dr serat nabati dng asam nitrat
4.    xi•lo•lo•gi /silologi/ n ilmu mengenai struktur kayu
5.    xi•lo•nit /silonit/ n bahan termoplastik dr jenis selulosa nitrat
6.    xe•no•fi•li /sénofili/ n orang yg tertarik kpd hal-hal yg berasal dr luar negeri (gaya, tata cara, dsb)
7.    xe•no•fo•bia /sénofobia/ n Psi perasaan benci (takut, waswas) thd orang asing atau sesuatu yg belum dikenal; kebencian pd yg serba asing
8.    xe•no•glo•sia /sénoglosia/ n Psi kemampuan memahami dan menggunakan bahasa yg tidak pernah dipelajari
9.    xe•no•graf /sénograf/ n ahli dl membaca tulisan (naskah) bahasa asing
10.    xe•ro•gra•fi /sérografi/ n Graf penggandaan bahan cetakan dr film atau kertas dng menggunakan sinar listrik
Y.
1.    ya•kin a 1 percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi):
2.    ya•tim a tidak beribu atau tidak berayah lagi (krn ditinggal mati);
3.    ya•ya•san n badan hukum yg tidak mempunyai anggota, dikelola oleh sebuah pengurus dan didirikan untuk tujuan sosial (mengusahakan layanan dan bantuan spt sekolah, rumah sakit)
4.    yu•di•ka•tif a 1 bersangkutan dng fungsi dan pelaksanaan lembaga peradilan; 2 bersangkutan dng badan yg bertugas mengadili perkara
5.    yu•di•si•al a 1 berhubungan dng yudisium; 2 berhubungan dng lembaga hukum atau lembaga yudikatif
6.    yu•di•si•um n penentuan nilai (lulus) suatu ujian sarjana lengkap (di perguruan tinggi)
7.    yu•ri•dis a Huk menurut hukum; secara hukum: bantuan -- , bantuan hukum (diberikan oleh pengacara kpd kliennya di muka pengadilan)
8.    yu•ris•dik•si n Huk 1 kekuasaan mengadili; lingkup kuasa kehakiman; peradilan; 2 lingkungan hak dan kewajiban, serta tanggung jawab dl suatu wilayah atau lingkungan kerja tertentu; kekuasaan hokum
9.    yu•ris•pru•den•si /yurisprudénsi/ n Huk 1 ajaran hukum melalui peradilan; 2 himpunan putusan hakim;
10.    yus•ti•si n kehakiman; peradilan
Z.
1.    za•man n 1 jangka waktu yg panjang atau pendek yg menandai sesuatu; masa:
2.    zam•rud n batu permata yg berwarna hijau spt lumut, sbg mineral terdapat terutama di lapisan-lapisan kapur di Kolombia
3.    zat Ar n 1 wujud; hakikat (Allah): -- Allah; 2 yg menyebabkan sesuatu menjadi ada
4.    zi•on•is•me n gerakan (politik dsb) bangsa Yahudi yg ingin mendirikan negara sendiri yg merdeka dan berdaulat di Palestina
5.    zin•dik Ar n orang yg tersesat imannya; orang yg murtad
6.    zin•ko•gra•fi n seni cetak-mencetak dan ukir dng menggunakan lempeng zink
7.    ze•nit /zénit/ n titik khayal di langit yg tegak lurus di atas bumi thd cakrawala; titik puncak
8.    ze•o•po•nik /zéoponik/ n cara bertanam tanpa tanah, tetapi menggunakan media tanam batu zeolit
9.    ze•o•lit /zéolit/ n mineral dr kelas silikat alami yg memiliki sifat pelunak air
10.    ze•ni n tentara yg mengurus persenjataan dan perlengkapan, spt membuat jembatan

Wednesday, January 4, 2012

Tips Merawat Ruang Mesin Mobil

Car care tak melulu pada bagian interior. Namun, ruang mesin mobil kamu juga juga harus dijaga kebersihannya. Selain agar lebih sedap dipandang, dengan ruang mesin yang bersih, kamu betah untuk mengulik mesin dan mudah terlihat apabila ada kerusakan. Untuk melakukan car care pada ruang mesin sangatlah mudah. Cukup ikuti dua langkah mudah berikut ini.

Langkah Pertama :
Sebelum melakukan car care, kamu wajib membersihkan ruang mesin terlebih dahulu, karena pasti dihinggapi kotoran dan minyak sisa pelumas. Saat membersihkan mesin, tidak disarankan menggunakan air dari selang. "Terkadang orang banyak yang salah kaprah, masih banyak orang yang membersihkan ruang mesin dengan menggunakan air dari selang atau bahkan menggunakan alat pencuci mobil semprot yang digunakan jasa pencuci mobil. sebenarnya itu tidak dibenarkan. Karena, cipratan air berpotensi merusak komponen mesin seperti alternator dan saringan udara". "Alternator jika terkena air, dapat mengakibatkan hubungan arus pendek. Sementara pada air filter atau saringan udara jika air sampai menyusup masuk, rentan terjadi water hammer. Disarankan untuk menggunakan uap bertekanan untuk membersihkan ruang mesin. Namun jika terpaksa menggunakan air, pastikan cepat dikeringkan dengan menggunakan kompresor udara.

Langkah kedua :
Car care dilanjutkan dengan membersihkan ruangmesin menggunakan cairan pembersih khusus untuk ruang mesin atau engine degreaser. Namun, hati-hati saat menggunakan cairan pembersih, karena kandungan kimianya dapat merusak komponen yang terbuat dari plastik dan karet, seperti cover mesin dan kabel-kabel. Gunakan engine degreaser bahan deterjen, sehingga aman untuk membersihkan kotoran diruang mesin. Membersihkannya bisa dengan menyemprotkan cairan pembersih ditempat yang dituju, lantas bersihkan dengan bantuan kuas. Setelah dirasa bersih dari kotoran dan minyak pelumas, bisa membilasnya dengan menggunakan steamer atau diseka dengan menggunakan lap bersih. Mudah kan ? (Sumber Majalah Motor)


Tuesday, December 6, 2011

Pilihan Kata/Diksi


Diksi pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untukn dipakai dalam suatu tutur bahasa. Pemilihan kata dilalukan apabila tersedia sejumlah kata yang artinya sama atau bermiripan. Sebagai contoh, kata mati bersinonim dengan mampus , meninggal, wafat, mangkat, tewas, gugur, berpulang, kembali keharibaan tuhan dan lain sebagainya. Tetapi  kata-kata tersebut tidak dapat bebas digunakan karena memiliki rasa nuansa makna yang membedakannya.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan pertama kemahiran memilih kata hanya di mungkinkan bila seseorang menguasai kemahiran kosa kata yang cukup luas, kedua diksi atau pilihan kata mengandung pengertian upaya atau kemampuan membedakan secara tepat kata kata yang memiliki makna serumpun, dan yang ketiga diksi atau pilihan kata menyangkut kemampuan untu memilih kata kata yang tepat dan cocok untuk situasi tertentu
a.    Kamus
Untuk memahami arti kata beda anda dapat membuka kamus besar bahasa indonesia, dalam kamus itu tertulis sebagai berikut :
Beda : /beda/             1.  Sesuatu yang menjadikan berlainan (tidak sama) antara benda yang satu dengan benda yang lain; ketidaksamaan.
2.  Selisih; pautan: Barang impor dan barang buatan dalam negeri bedanya tidak seberapa.
Berbeda                     1.  Ada bedanya;  berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yang berbeda, seorang panjang dan seorang lagi pendek.
Berbeda- beda          1.  Berlain-lain; berlainan: kepala sama hitam, pendapat berbeda-beda.
Membedakan            1.  Menyatakan ada bedanya: dia belum dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
2.  Memperlakukan secara tidak berbeda (tidak sama); memisahkan:kita harus dapat membedakan antara urusan pribadi dan urusan dinas.
Membeda-bedakan 1.  Menganggap (memperlakukan) berbeda (tidak sama); pilih kasih: kita jangan membeda-bedakan antara orang kaya dan orang miskin.
Terbeda-bedakan    1.  Dapat dibeda-bedakan.
Perbedaan                1.  Beda; selisih: perpecahan terjadi karena perbedaan paham.
2.  Hal hal yang berbeda; hal hal yang membuat berdbeda: perbedaan perlakuan terhadap tamu menyalahi aturan rumah penginapan itu.
Memperbedakan      1.  Memperlainkan; menganggap(memperlakukan) berbeda (tidak sama) dari yang lain: kamu jangan memperbedakan anak itu, saya kira dia pun sama dengan yang lain.
Pembeda                   1.  Orang yang membedakan.
2.  Alat (hal) yang membedakan.
Pembedaan              1.  Proses; perbuatan, cara membedakan.
b.    Tesaurus
Teraurus merupakan khazanah kata yang disusun menurut sebuah sistem tertentu, terdiri dari gagasan-gagasan yang mempunyai pertalian timbal balik sehingga setiap pemakai dapat memilih istilah kata ataukata yang ada di dalamnya, dapat mengetahui asal kata (etimologi), antonimnya, dan kata kata yang berhubungan dengan entri tertentu.
Syarat Ketepatan Pemilihan Kata :
(a).  Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi
Contoh :  1.  Bunga edelweis hanya tumbuh ditempat yang tinggi (gunung).
2.  Jika bunga bank tinggi, orang enggan menggambil kredit bank.
(b).  Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
Contoh :  1. Siapa pengubah peraturan yang memberatkan pengusaha?
2. pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah peubah peraturan  yang  selama ini memberatkan pengusaha.
(c).  Dapat membedakan kata kata yang hampir mirip dalam ejaannya
Contoh :  intensif – insentif
Interferensi – inferensi
Karton – kartun
Preposisi – proposisi
Korporasi – koperasi
(d).  Dapat membedakan dengan tepat makna kata – kata abstrak.
Contoh :  keadilan, kebahagiaan, keluhuran, kebajikan, kebijakan dan kebijaksanaan.
(e).  Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.
Contoh :
Pasangan yang salah
Pasangan yang benar
Antara … dengan
Antara … dan
Tidak … melainkan
Tidak … tetapi
Baik … ataupun
Baik … maupun
Bukan … tetapi
Bukan … melainkan
Contoh pemakaian kata penghubung yang salah :
  • Antara hak dengan kewajiban pegawai haruslah berimbang.
  • Korban PHK itu tidak menuntut bonus,melainkan pesangon.
  • Baik dosen maupun mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi.
  • Bukan aku yang tidak mau, tetapi dia yang tidak suka.
Contoh pemakaian kata penghubung yang benar :
  • Antara hak dan kewajiban pegawai haruslah berimbang.
  • Korban PHK itu tidak menuntut bonus, tetapi pesagon.
  • Baik dosen maupun mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi.
  • Bukan aku yang tidak mau, melainkan dia yang tidak suka.
(f).  Dapat membedakan antara kata-kata umum dan kata-kata khusus.
Kata melihat adalah kata umum yang merujuk pada perihal ‘mengetahui sesuatu melalui indera mata’. Kata melihat tidak hanya digunakan untuk menyatakan membuka mata serta menunjuk ke objek tertentu, tetapi juga untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan objek tersebut.
Contoh :
Kata umum : melihat;
Kata khusus : melotot,membelalak, melirik, mengerling, mengintai, mengintip, memandang, manatap, memperhatikan, mengamati, mengawasi, menonton, meneropong.

Gaya Bahasa dan Idiom
Gaya Bahasa
Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara penutur mengungkapkan cara yang dipakai untuk menyampaikan sesuatu, ada cara yang memakai perlambang (majas metafora, personifikasi), ada cara yang menekan kehalusan (majas eufemisme, lilotes).
Faktor yang mempengaruhi tampilan bahasa seorang komunikator dalam berkomunikasi :
  • Cara dan media komunikasi  :  lisan atau tulisan, langsung dan tidak langsung, media cetak dan media elektronik.
  • Bidang ilmu  : Filsafat, sastra, hukum, teknik, kedokteran, dan lain-lain.
  • Situasi  : resmi, tidak resmi, setengah resmi.
  • Ruang atau konteks  : seminar, kuliah, ceramah, pidato.
  • Khalayak  :  dibedakan berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial.
  • Tujuan  : membangkitkan emosi, diplomasi, humor, informasi.
Idiom dan ungkapan idiomatik
            Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya, maka setiap kata yang membentuk idiom berarti didalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna. Idiom yang berupa kelompok kata, misalnya gulung tikar, adu domba, muka tembok tidak boleh dipertukarkan susunan nya menjadi tikar gulung, domba adu, tembok muka karena ketiga kelompok kata yang terakhir itu bukan idiom.
Contoh kata yang belum idiomatik :
  • Polisi bertemu maling.
  • Berita selengkapnya dibacakan Sazli Rais.
Contoh kata yang sudah idiomatik :
  • Polisi bertemu dengan maling.
  • Berita selengkapnya dibacakan oleh sazli rais.
Perhatikan contoh pemakaian kata berpasangan yang salah dalam kalimat berikut, perbaikan nya dengan memakai pasangan kata yang ditempatkan dalam tanda kurung.
  • Kumelut ini disebabkan karena kelalaian kita (disebabkan oleh)
  • Sembako itu diperuntukan untuk rakyat kecil (diperuntukan bagi)
  • Dari jakarta sampai bogor 60 km (sampai ke)
  • Hal ini berdasarkan atas permintaannya (berdasarkan pada)
  • Rombangan itu terdiri enam pria dan empat wanita (terdiri atas/dari)

Kesalahan Pemakaian Gabungan Kata dan Kata
Kesalahan pemakaian gabungan kata yang mana, di mana, daripada.
  • Marilah kita dengarkan sambutan yang mana akan disampaikan oleh Pak Lurah.
  • Dalam rapat yang mana dihadiri oleh para ketua RT dan RW telah dibacakan.
Kedua kalimat diatas kurang efektif jika mengikutsertakan kata mana dalam kalimat tersebut seharusnya sudah benar dan efektif.
  • Demikian tadi sambutan Pak Lurah di mana beliau telah menghimbau kita untuk lebih tekun bekerja.
Kalimat diatas seharusnya dipecah menjadi dua kalimat, yaitu :
  • Demikian tadi sambutan Pak Lurah.
  • Beliau telah menghimbau kita untuk lebih tekun bekerja.





  • Marilah kita perhatiakan kebersihan daripada lingkungan kita.
  • Tujuan daripada pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan pejabat baru di lingkungan unit kerja kita.
Kalimat diatas kurang tepat  jika mengikutsertakan kata daripada.
Pemakaian gabungan kata di mana, yang mana, dan daripada  yang tepat, yaitu :
a)    Bentuk gabungan di mana dipakai sebagai kata tanya  untuk menanyakan tempat.
Contoh :
  • Di mana anda tinggal?
  • Anda tinggal di mana?
  • Di mana disket itu kamu simpan?
b)    Bentuk gabung yang mana dipakai dalam kalimat tanya yang mengandung pilihan, termasuk dalam pertanyaan retoris.
Contoh :
  • Anda akan memakai komputer yang mana?
  • Komputer yang mana yang akan kita bawa?
  • Karena kembar, sukar membedakan yang mana ana yang mana ani.
c)    Bentuk gabung daripada dipakai untuk membuat perbandingan atau pengontrasan sesuatu terhadap yang lainnya.
Contoh :
  • Biaya rental internet lebih mahal daripada rental komputer.
  • Daripada kuliah di kota A lebih baik dikota B.

Kesalahan pemakaian kata dengan, di dan ke
Pemakaian kata dengan dalam kalimat sering tidak tepat, sebagai contoh :
  • Sampaikan salam saya dengan dona.
  • Mari kita tanyakan langsung dengan dokter ahlinya.
  • Rumahnya diagunkan dengan bank.
Kata dengan kalimat diatas harus diganti dengan kepada karena tidak cocok dipakai dalam ketiga kalimat tersebut yang berarti bersama.
Pemakaian kata di dalam kalimat sering tidak tepat seharusnya kata yang dipakai adalah kata yang ditempatkan dalam tanda kurung , sebagai contoh :
  • Dokumen itu ada di kita (pada)
Pemakaian kata ke dalam kalimat sering tidak tepat kata yang dipakai adalah kata yang ditempatkan dalam tanda kurung, sebagai contoh :
  • Setelah tugas selesai, harap segera melapor ke dosen (kepada)
  • Tolong berikan buku ini ke Tuty (kepada)
Kesalahan Pemakaian Kata Berbahagia
Pemakaian kata Berbahagia dalam kalimat sering tidak tepat dan keliru , sebagai contoh :
  • Selamat malam dan selamat datang di tempat yang berbahagia ini.
  • Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak hadirin untuk …..
Pemakaian kata Berbahagia  yang tepat, yaitu :
  • Selamat malam dan selamat datang di tempat yang Membahagiakan ini.
  • Pada kesempatan yang Membahagiakan ini, kami mengajak hadirin untuk …..
  • Pada kesempatan yang Menyenangkan ini, kami mengajak hadirin untuk …..
Perhatikan proses perubahan kata sifat menjadi kata kerja dan arti yang ditimbulkan nya :
  • Bahagia (ks) = berbahagia (kk) = ‘merasa bahagia’
  • Sedih (ks) = bersedih (kk) = ‘merasa sedih’
  • Manis (ks) = bermanis muka (kk) = ‘menunjukan muka yang manis’.

Penulisan Karangan

Penggolongan Karangan Menurut Cara Penyajian dan Tujuan Penyampaiannya.

Karangan Persuasi

Dalam bahasa inggris kata to persuade berarti ‘membujuk’ atau ‘menyakinkan’. Bentuk nominanya adalah persuation yang kejadian menjadi kata pungut bahasa indonesia: persuasi.

Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta , suatu pendirian umum, suatu pendapat/gagasan ataupun perasaan seseorang.

Karangan persuasi digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :

1)    Persuasi politik

2)    Persuasi pendidikan

3)    Persuasi advertensi

4)    Persuasi propaganda

Persuasi Politik

            Persuasi politik dipakai dalam bidang polotik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan persuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya.

Persuasi Pendidikan

            Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak didik nya supaya mereka giat belajar, senang membaca, dan lain-lain. Seorang motivatordan inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan

Persuasi Advertensi/Iklan

Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu, advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.

Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasiyang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.

Persuasi Propaganda

Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tujuan persuasi propaganda tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye, isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajakan. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca dan pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengindap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selembaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda.

Karangan campuran

Merupakan sebuah karangan murni , misalnya eksposisi atau persuasi, sering ditemukan karangan campuran atau kombinasi. Isinya dapat merupakan gabungan eksposisi dengan deskripsi, atau eksposisi dengan argumentasi. Dalam wancana yang lain sering kita temukan nasi berperansebagai ilustrasi bagi karangan eksposisi atau persuasi.

Tips Ketika Ban Mobil Pecah Dijalan

Tidak sedikit penyebab kecelakaan itu disebabkan oleh pecahnya ban disaat melakukan perjalanan. Dan akibat rasa panik yang berlebihan resiko kecelakaan pun jadi berlipat ganda.

Padahal untuk menghadapi situasi berbahaya seperti ini diperlukan ketenangan untuk bisa melampauinya dan meminimalisasi resiko yang ada di depan mata.

"Merawat ban itu lebih sulit dari pada membelinya. Karena ini memang menyangkut masalah kenyamanan dalam berkendara," ungkap Executive Director Indonesia Defensive Driving Center(IDDC) Ir. Bintarto Agung.

Dan untuk menghindari kondisi kritis ketika ban pecah saat dikendarai IIDC pun memberikan tips sederhana yang terkadang dilupakan anda sebelum melakukan aktifitas untuk menghindarinya.

Lalu apa saja langkah untuk menghindari kondisi kritis ini? Bagaimana pula menghadapi situasi ketika ban mobil kita pecah? Apa sajakah yang anda harus lakukan? Berikut bocorannya.


1. Periksa kondisi ban baik dalam tekanan angin dan penyetelan roda, sebelum melakukan aktifitas anda.

2. Melakukan pemeriksaan tekanan Udara ban minimal 1 minggu sekali. Tapi ingat untuk melakukan pemeriksaan disaat keadaan ban dingin, sebelum terjadi perubahan suhu akibat panas ban setelah beraktifitas.

3. Bila tekanan ban kendaraan tidak sesuai maka hal ini bisa menyebabkan ban akan mengalami cepat haus. Dan bisa membuat kendaraan tidak stabil.

4. Pastikan Rotasi ban telah terpasang tepatdan tidak terbalik.

5. Bila Ban Pecah, Pertahankan arah dengan memegang roda kemudi dengan pasti.

6. Bila Ban Pecah, Lakukan perlambatan halus dan gradual tanpa menginjal rem.

7. Bila Ban Pecah, Periksa lalu lintas sekitar, beri sinyal dan arahkan kendaraan ketempat yang aman.

8. Setelah kendaraan dapat dikendalikan dengan baik, injak pedal rem secara bertahap sampai kendaraan dapat berhenti total.

9. Pindahkan ke transmisi pada "Park" dan "R" (Automatic). Pasang Rem Tangan dan nyalakan lampu Hazard.

10. Keluar dari kendaraan setelah seluruh penumpang keluar. (Sumber : Detik.com)

History of BMW

Tiga huruf menarik yang selalu hadir pada B M W adalah Bayerische Motoren Wekre, atau dalam bahasa Inggris Bavarian Motor Works. Kata “Motor” yang berakronim antara 2 artikulasi pada ke-2 bahasa tersebut, merupakan kunci sukses setiap proses produksi BMW.

BMW mengundang anda sebagai pengendara untuk merasakan hebatnya berjalan-jalan dengan produknya dan kamu-kamu akan menemukan semua sejarah BMW pada penulisan ini.

1913
Tidak semua orang tahu bahwa mesin BMW berawal sebagai produsen mesin pesawat. Dalam Ocotber 1913 Karl Friedrich Rapp mendirikan "Rapp-Motorenweke" di sebuah pabrik sepeda bekas dekat Munich. Rapp adalah seorang insinyur yang timbul melalui sistem Daimler thr dan "Rapp-Motorenweke" didirikan asa anak perusahaan dari "Flugwerk", seorang pembuat pesawat. Dia mulai manufaktur mesin sendiri pesawat terbang, tetapi sayangnya mereka mengalami masalah formulir dengan getaran.
Dekat dengan pabrik Rapp itu, Gustav Otto, putra dari penemu mesin pembakaran empat-stroke internal, menetapkan sebuah bisnis bangunan pesawat kecil. Otto sangat menikmati kesuksesannya dengan "Gustav Flugmaschinefabrik".

1916
Rapp perusahaan telah mendapat kontrak dengan Prusia dan Austria-Hungaria untuk menghasilkan 25 besar mesin V12 pesawat. Rapp Motoren Werke mempunyai masalah dengan keandalan dari mesin sehingga mereka mulai membeli empat silinder berpendingin air mesin pesawat dari pabrik Gustav Otto. Dalam bulan-bulan berikutnya perusahaan Otto diserap. Gustav Otto "Gustav Flugmaschinefabrik" bergabung dengan "Rapp-Motorenweke" dibentuk "Bayerische Flugzeug-Werke" atau BFW, dalam bahasa Inggris "Pesawat Bavaria Pekerjaan"

Franz-Josef Popp, seorang insinyur Austria, diarahkan bisnis Rapp itu. Dia mengamankan semua-importnt kontrak militer. Popp berubah maka perusahaan yang ada menjadi "Bayerische Motoren Werke GmbH" BMW secara resmi mengakui ulang sebagai 7 Maret 1916.. Tak lama setelah penggabungan, Popp menyadari bahwa perusahaan memperluas terlalu cepat dan mereka membutuhkan bantuan keuangan. Dia berpaling ke Camillo Castiglioni, dari Vienna financier, yang adalah kepala Bankverein Wiener. Popp dan Castiglioni direkapitalisasi perusahaan.

1917
Popp dan Castiglioni Rapp dipaksa keluar dari perusahaan yang membutuhkan untuk pergi pada tahun ini.

Pada tahun 1917, pesawat pertama BMW mesin, IIIa Jenis, masuk ke dalam produksi. Ini adalah air-cooled mesin enam silinder inline, fitur unik "ketinggian tinggi karburator" dikembangkan bychief insinyur Max Friz yang memungkinkan untuk mengembangkan kekuatan penuh di ketinggian. Max Friz adalah rekayasa pikiran besar yang akan mendominasi budaya pengembangan produk BMW pada ke tahun 1960.

Popp meyakinkan pemerintah Jerman untuk membeli mesin BMW IIIa.

1918
Pada tahun 1918 mesin ini bertenaga biplan untuk 5.000 meter ketinggian hanya dalam 29 menit. Ini adalah kinerja yang mengesankan dalam sejarah BMW, salah satu yang menyebabkan permintaan yang kuat untuk mesin BMW.

"Bayerische Motoren Werke GmbH" menjadi BMW AG (Aktiengesellschaft Jerman Istilah berarti perusahaan yang dibatasi oleh saham, yaitu, yang dimiliki oleh pemegang saham. Ini dapat diperdagangkan di pasar saham. Istilah ini digunakan di Jerman, Austria, dan Swiss. Istilah ekuivalen US adalah "perusahaan publik", sumber Wikipedia ) perusahaan yang kita kenal dan kagumi saat ini.

1919
Setelah gencatan senjata ditandatangani, Sekutu dilarang militer Jerman untuk menghasilkan mesin pesawat. Maka BMW berpaling ke mesin perahu dan truk dan peralatan pertanian. Sementara itu, secara rahasia, Popp terus bekerja dengan sutradara nya rekayasa Friz pada mesin pesawat.

Sebuah penerus untuk mesin tipe IIIa lahir. Hal ini dinamai Tipe IV alami. Dengan mesin ini, Franz Zeno Diemer set catatan ketinggian 9.760 meter (32.013 kaki).

1920
Iklim bisnis yang sulit di akhir WW1 dibuat Castiglioni menjual kepemilikan nya untuk 28 juta Reichsmark ke kepala eksekutif Knorr Bremsen AG. Dengan hanya beberapa mesin pesawat pada pesanan, BMW berjuang dan mulai memproduksi sistem rem untuk mobil kereta api, perabot kantor, dan workbenches, serta dipotong-down mesin penerbangan untuk penggunaan laut dan industri.

Arus logo BMW, diperkanalkan pada awal 1920, diyakini harus didasarkan pada desain melingkar dari sebuah baling-baling pesawat.